Reformasi Berkelanjutan dan Ketahanan Ekonomi Nasional

oleh -6 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh : Citra Ayu Sanjaya )*

Di tengah lanskap global yang terus bergerak dan kerap menghadirkan kejutan, ketahanan ekonomi tidak lagi sekadar menjadi target pembangunan, melainkan prasyarat utama bagi keberlanjutan sebuah negara. Indonesia tampaknya memahami betul premis tersebut. Alih-alih bersikap defensif menghadapi guncangan pasar modal beberapa waktu lalu, pemerintah justru menjadikannya momentum untuk mempercepat reformasi lintas sektor dan memperkuat tata kelola ekonomi nasional.

banner 336x280

Sejumlah akademisi menilai langkah pembenahan struktural mulai dari kepastian regulasi hingga kesehatan fiskal merupakan faktor krusial agar perekonomian tetap stabil sekaligus berdaya saing. Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, mengingatkan bahwa perbaikan kebijakan tidak boleh bersifat reaktif. Ia berpandangan reformasi harus berjalan konsisten, terlepas dari ada atau tidaknya gejolak pasar, karena tujuan akhirnya adalah membangun ekonomi yang benar-benar kuat dan bukan sekadar memenuhi tolok ukur global.

Edy juga mengajak melihat dinamika di Bursa Efek Indonesia secara lebih komprehensif. Menurutnya, fluktuasi pasar tidak dapat dilepaskan dari cara lembaga internasional menilai standar ekonomi suatu negara, penilaian yang kemudian membentuk persepsi investor global. Ketika lembaga seperti MSCI atau Moody’s menyesuaikan peringkat, dampaknya tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga psikologis terhadap kepercayaan pasar.

Pandangan tersebut menemukan resonansi dalam analisis peneliti Institute for Economic and Social Research (LPEM) Universitas Indonesia, Mervin Goklas Hamonangan. Ia menegaskan bahwa kepastian hukum dan regulasi merupakan fondasi utama bagi ketahanan ekonomi jangka panjang. Dalam logikanya, investor menanamkan modal dengan horizon bertahun-tahun; tanpa kejelasan aturan, sulit mengharapkan komitmen investasi yang berkelanjutan.

Mervin juga menyoroti pentingnya reformasi lintas sektor untuk menciptakan iklim usaha yang lebih inklusif dan tahan terhadap perubahan global. Diversifikasi mitra ekonomi, menurutnya, perlu diperluas agar arus investasi tidak bertumpu pada segelintir negara. Pada saat yang sama, kesehatan fiskal harus dijaga supaya pemerintah memiliki ruang manuver yang cukup ketika tekanan eksternal meningkat. Pengelolaan utang yang prudent, lanjutnya, akan memperkuat kepercayaan pasar sekaligus melindungi perekonomian domestik dari risiko global.

Apa yang disampaikan para akademisi tersebut pada dasarnya sejalan dengan arah kebijakan pemerintah. Dalam beberapa tahun terakhir, strategi ekonomi nasional memang menempatkan keseimbangan antara stabilitas makro dan percepatan transformasi struktural sebagai prioritas. Pendekatan ini membuat Indonesia berada pada jalur yang semakin matang untuk memperkokoh fondasi jangka panjang tanpa kehilangan momentum pertumbuhan.

Presiden Prabowo Subianto menilai capaian ekonomi saat ini sebagai hasil kerja kolektif seluruh jajaran pemerintahan. Koordinasi lintas kementerian dan lembaga, menurutnya, menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus memastikan kebijakan berjalan efektif. Kinerja kabinet pada tahun pertama pemerintahan juga dinilai telah memberikan sinyal positif bagi dunia usaha dan investor internasional—indikasi bahwa arah kebijakan ekonomi relatif kredibel.

Dari sisi makro, fundamental ekonomi menunjukkan tren penguatan yang konsisten. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,11 persen, angka yang mencerminkan efektivitas stimulus pemerintah. Konsumsi rumah tangga yang tumbuh mendekati lima persen menandakan daya beli masyarakat tetap terjaga dan tentu saja ini menjadi sebuah penopang penting bagi ekonomi yang berbasis pasar domestik besar seperti Indonesia.

Stabilitas harga dan meningkatnya mobilitas masyarakat turut menjaga ritme pertumbuhan. Aktivitas ekonomi yang menguat pada berbagai momentum nasional memperlihatkan bahwa struktur ekonomi domestik memiliki daya tahan yang relatif baik terhadap gejolak eksternal.

Optimisme pemerintah juga tercermin pada target pertumbuhan 2026 yang diproyeksikan berada pada rentang 5,4 hingga 5,6 persen. Sasaran tersebut ditopang oleh sinergi belanja negara, investasi swasta, dan penguatan lembaga investasi strategis. Kolaborasi antara sektor publik dan swasta dipandang sebagai kunci akselerasi pembangunan.

Kesiapan sektor produksi nasional yang semakin membaik bahkan dianalogikan seperti pesawat yang bersiap lepas landas. Perbaikan iklim investasi terus diupayakan melalui berbagai instrumen kebijakan guna menjaga stabilitas sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru.

Stimulus yang disalurkan ke sektor perbankan untuk memperkuat likuiditas menjadi contoh konkret bagaimana kebijakan dirancang menyentuh sisi permintaan dan penawaran sekaligus. Dampaknya terlihat pada meningkatnya aktivitas ekonomi dan membaiknya daya beli masyarakat, yang oleh pemerintah dipandang sebagai indikator keberhasilan kebijakan fiskal.

Kinerja sektor manufaktur yang tetap berada di zona ekspansi semakin mempertegas bahwa aktivitas produksi nasional berjalan solid. Industri tidak hanya menopang stabilitas ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja yang merupakan sebuah faktor yang menentukan kualitas pertumbuhan.

Jika ditarik dalam perspektif yang lebih luas, sinergi kebijakan lintas sektor mulai dari regulasi investasi hingga tata kelola pasar keuangan, menunjukkan bahwa reformasi bukan sekadar jargon, melainkan proses yang sedang berlangsung. Reformasi berkelanjutan inilah yang diyakini dapat meningkatkan daya tahan terhadap guncangan global sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang lebih inklusif.

Pada akhirnya, ketahanan ekonomi tidak terbentuk dalam semalam. Ia lahir dari konsistensi kebijakan, disiplin fiskal, kepastian regulasi, serta keberanian melakukan pembenahan struktural. Indonesia tampaknya sedang menapaki jalur tersebut. Di tengah ketidakpastian global, kombinasi antara stabilitas dan reformasi memberi pesan kuat bahwa ekonomi nasional tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga siap melangkah dengan fondasi yang semakin kokoh.

)* Penulis adalah pengamat ekonomi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.