Pemerintah Siapkan Energi Alternatif Bensin Batubara Berbasis Cadangan Domestik

oleh -5 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Pemerintah mulai menyiapkan pengembangan bahan bakar alternatif berbasis sumber daya energi domestik, termasuk rencana mengolah batubara berkalori rendah menjadi minyak atau bensin.

Langkah tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan cadangan energi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor di tengah ketidakpastian geopolitik global.

banner 336x280

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta kementeriannya mengoptimalkan seluruh potensi energi yang tersedia di Indonesia.

Menurut Bahlil, arahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

“Jadi gini, apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden Prabowo terkait dengan membuat gas ataupun minyak lewat batu bara, itu berangkat dari pemikiran bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, maka arahan Bapak Presiden Prabowo kepada kami adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia,” kata Bahlil di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Bahlil menjelaskan, perkembangan teknologi memungkinkan batubara berkalori rendah diolah menjadi gas maupun minyak.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

“Sekarang teknologinya sudah canggih di mana batu bara yang low kalori itu bisa menghasilkan gas maupun minyak,” ujarnya.

Menurut Bahlil, teknologi pengolahan batubara menjadi bahan bakar telah dikembangkan di sejumlah negara, termasuk China.

Pemerintah juga telah menerima tawaran kerja sama dari sejumlah perusahaan untuk mengembangkan teknologi tersebut di Indonesia.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan teknologi pencairan batubara atau coal to liquid (CTL) bukan merupakan teknologi baru.

Ia mencontohkan Afrika Selatan yang mengembangkan teknologi tersebut melalui Sasol setelah menghadapi pembatasan akibat situasi politik pada masa apartheid.

“Terus kemudian kita melihat Afrika Selatan. Dulu dia kena politik Apartheid, terus dilarang oleh negara-negara lain, maka dia mencairkan batu bara Sasol itu sampai sekarang. Kira-kira 300 ribu barel per hari,” ujar Tri.

Meski demikian, Tri menyebut pemerintah masih mengevaluasi teknologi yang paling sesuai serta potensi batubara Indonesia untuk dikembangkan menjadi bahan bakar cair.

Rencana tersebut sebelumnya disampaikan Prabowo saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Prabowo mengatakan pengembangan bensin dari batubara merupakan bagian dari upaya mencapai kemandirian energi.

“Dan kita juga nanti akan membuat bensin dari batubara,” ujar Prabowo.

Pemerintah sebelumnya juga mengembangkan bahan bakar berbasis kelapa sawit. Prabowo menyebut Indonesia telah mampu memproduksi solar berbasis sawit dan tidak lagi mengimpor solar sejak 1 Juli 2026.

Pengembangan berbagai sumber energi domestik tersebut kini menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.