Pemerintah Pacu Kebangkitan Ekonomi Papua dari Kampung dan Usaha Rakyat

oleh -14 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jayapura – Pemerintah intensifkan program pemberdayaan dan bantuan usaha produktif bagi masyarakat Papua. Upaya ini difokuskan untuk mendorong kemandirian ekonomi lokal sekaligus memastikan bahwa perputaran roda ekonomi dan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan langsung oleh warga di tingkat kampung.

Komitmen tersebut sejalan dengan arah pembangunan yang dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Otonomi Khusus Papua Tahun 2027.

banner 336x280

Gubernur Papua Matius D. Fakhiri menegaskan bahwa prioritas utama pembangunan saat ini adalah mendongkrak kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh tanpa ada yang tertinggal.

“Tema yang kita usung adalah integrasi kesejahteraan sosial untuk pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Tema ini menegaskan komitmen pemerintah bahwa kemajuan ekonomi harus mampu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara merata,” jelasnya.

Sementara itu, implementasi komitmen pemerintah mulai terlihat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Nabire. Melalui program bantuan usaha produktif, pemerintah menyalurkan dukungan berupa bibit ternak, pembangunan kolam ikan, renovasi kandang, hingga penyediaan sarana produksi untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.

Program tersebut memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal. Salah satu peternak ayam petelur di Nabire, Kuryana Ramande, mengaku bantuan pemerintah telah menjadi pendorong utama bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

“Bantuan pemerintah membantu masyarakat Papua untuk lebih berani mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.

Selain meningkatkan pendapatan keluarga, berkembangnya usaha lokal turut membuka peluang kerja baru bagi masyarakat sekitar. Aktivitas produksi yang meningkat menciptakan efek berganda bagi perekonomian lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Nabire, Karel Misiro, menilai program bantuan usaha produktif telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat adat karena dapat digunakan untuk kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

“Bantuan pemerintah sangat membantu masyarakat adat karena langsung digunakan untuk kegiatan usaha yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” tegas Karel Misiro.

Ketua Dewan Adat Meepago, Wolter Belau, menyampaikan apresiasi atas konsistensi pemerintah dalam menghadirkan program pemberdayaan ekonomi yang berpihak kepada masyarakat Papua.

“Dukungan pemerintah menjadi motivasi bagi masyarakat Papua untuk terus berkembang dan membangun usaha secara mandiri,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.