Pemerintah Kejar Aktor Asing di Balik Judi Daring Indonesia

oleh -7 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah melalui Bareskrim Polri terus memburu aktor utama dan pihak perekrut di balik jaringan judi daring internasional yang digerebek di Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat.

Pengembangan dilakukan setelah aparat mengamankan 321 warga negara asing (WNA) yang diduga terlibat dalam operasional judi online lintas negara.

banner 336x280

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Wira Satya Triputra, mengatakan penyidik telah mengantongi data sponsor yang diduga membawa ratusan WNA tersebut ke Indonesia untuk bekerja sebagai operator judi daring.

“Terkait dengan sponsor, sampai saat ini sudah kita mendapatkan datanya, hanya nanti tinggal kita pengembangan untuk proses berikutnya,” ujar Wira.

Menurutnya, penyidik kini masih mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pengendali utama yang berada di atas para operator lapangan.

“Bahwa sampai sekarang ini kita masih fokus untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap para pelaku yang sementara ini kami tangkap. Namun tetap kita berkomitmen untuk melakukan pengembangan sampai dengan ke atasnya,” kata Wira.

Dari 321 WNA yang diamankan, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berasal dari berbagai negara, di antaranya Vietnam, China, Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, dan Kamboja.

Polisi juga menemukan adanya koordinator di tiap divisi pekerjaan dalam operasional judi daring tersebut.

“Yang sekarang ini ada hanya taraf sebagai koordinator daripada masing-masing jenis pekerjaan,” jelas Wira.

Ia menambahkan sebagian besar pelaku telah mengetahui tujuan kedatangan mereka ke Indonesia adalah untuk bekerja di sektor judi online ilegal.

“Namun sebagian besar mereka memang sudah tahu kalau ke sini tujuannya untuk bekerja di judi online,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris NCB Interpol Divhubinter Polri, Brigjen Untung Widyatmoko, menilai adanya pergeseran pola kejahatan transnasional ke Indonesia setelah sejumlah negara Asia Tenggara mulai memperketat penindakan.

“Perkembangan hari ini menunjukkan bahwa pola pergeseran tindak pidana transnasional sudah mulai beralih ke Indonesia,” ujar Untung.

Ia menjelaskan Myanmar, Kamboja, Laos, dan Vietnam sebelumnya menjadi basis utama aktivitas kejahatan daring seperti love scamming, investasi ilegal, dan judi online.

Namun setelah penertiban di negara-negara tersebut, jaringan mulai bergeser masuk ke Indonesia.

Di sisi lain, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan ratusan WNA yang diamankan kini telah dipindahkan ke sejumlah kantor imigrasi untuk pemeriksaan lanjutan.

“Proses ini masih terus berjalan secara berkelanjutan dan simultan,” kata Trunoyudo.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.