Indonesia, Turkiye, Pakistan, Qatar Sepakat Kembangkan Kemitraan BADR

oleh -6 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Indonesia, Turkiye, Qatar, dan Pakistan menyepakati penguatan kerja sama industri pertahanan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) Project Badr di Doha, Qatar, pada 21 Oktober 2026. Kemitraan ini diarahkan untuk meningkatkan kemampuan militer, memperluas pengembangan teknologi pertahanan, serta mendorong produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) melalui kolaborasi antarnegara.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo, menyebut kesepakatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan strategis keempat negara, khususnya dalam menghadapi kebutuhan industri pertahanan yang semakin berkembang.

banner 336x280

“Indonesia bersama Qatar, Turkiye, dan Pakistan secara resmi menandatangani nota kesepahaman kerja sama pertahanan kuadrilateral Project Badr pada 21 Oktober 2026 di Doha, Qatar,” ujar Rico Ricardo.

Penandatanganan MoU tersebut melibatkan Wakil Menteri Pertahanan Indonesia Yusuf Jauhari, Menteri Pertahanan Nasional Turkiye Yasar Guler, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman bin Hasan Al Thani, serta Menteri Pertahanan Federal Pakistan Khawaja Muhammad Asif. Presiden Presidensi Industri Pertahanan Turkiye (SSB) Haluk Gorgun turut terlibat dalam rangkaian kerja sama tersebut.

Rico menjelaskan, ruang lingkup kemitraan BADR meliputi penelitian dan pengembangan, transfer teknologi, produksi alutsista, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia. Kerja sama ini juga ditujukan untuk memperkuat kemandirian rantai pasok global agar kebutuhan industri pertahanan dapat dipenuhi secara lebih berkelanjutan.

“Keempat negara berkomitmen membangun kolaborasi strategis dalam riset, pengembangan teknologi, produksi peralatan pertahanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan kedaulatan rantai pasok global,” kata Rico.

Menteri Pertahanan Nasional Turkiye Yasar Guler menyatakan bahwa nama Badr, yang berarti bulan purnama, merepresentasikan inisiatif untuk memperkuat produksi militer dan meningkatkan kemampuan pertahanan. Menurutnya, kesepakatan tersebut turut mencakup pelatihan teknis militer, penelitian, serta pengembangan teknologi untuk mendukung kemajuan industri sistem pertahanan modern.

“Perjanjian ini diharapkan memperkuat kemampuan militer, mendorong produksi bersama, dan meningkatkan kerja sama dalam pelatihan teknis serta pengembangan teknologi pertahanan,” ungkap Guler.

Melalui Project Badr, Indonesia, Turkiye, Qatar, dan Pakistan diharapkan mampu mengoptimalkan kemampuan produksi masing-masing negara. Kemitraan ini sekaligus membuka peluang investasi, memperkuat industri pertahanan nasional, serta meningkatkan kemandirian teknologi demi mendukung kepentingan strategis bersama. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.