Hilirisasi Ayam Terintegrasi sebagai Jalan Swasembada Protein Nasional

oleh -3 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh : Doni Zulfikar )*

Hilirisasi ayam terintegrasi merupakan salah satu strategi kunci yang relevan dan realistis dalam mewujudkan swasembada protein nasional. Di tengah meningkatnya kebutuhan gizi masyarakat, terutama protein hewani, sektor perunggasan memiliki posisi strategis karena daging ayam dan telur adalah sumber protein paling terjangkau, mudah didistribusikan, serta diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Dengan pendekatan hilirisasi yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, industri ayam nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga memperkuat kemandirian pangan dan ketahanan ekonomi nasional.

banner 336x280

Selama ini, sektor perunggasan kerap menghadapi tantangan klasik seperti fluktuasi harga pakan, ketergantungan impor bahan baku, distribusi yang tidak merata, hingga ketimpangan antara peternak kecil dan pelaku industri besar. Hilirisasi ayam terintegrasi hadir sebagai solusi struktural untuk menjawab persoalan tersebut. Integrasi mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari pembibitan, pakan, budidaya, rumah potong unggas (RPU), pengolahan produk, hingga distribusi dan pemasaran. Dengan sistem ini, efisiensi dapat ditingkatkan, biaya ditekan, dan nilai tambah produk ayam dapat dinikmati lebih luas oleh pelaku usaha dalam negeri.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan hilirisasi ayam terintegrasi merupakan langkah antisipatif negara untuk memastikan ketersediaan pasokan daging ayam dan telur yang aman, berkelanjutan, merata, dan berpihak pada peternak rakyat, seiring meningkatnya kebutuhan nasional, khususnya untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari sisi hulu, penguatan industri pembibitan dan pakan menjadi fondasi utama hilirisasi. Ketergantungan pada impor jagung, bungkil kedelai, dan grand parent stock (GPS) selama ini menjadi titik lemah swasembada protein. Melalui kebijakan hilirisasi terintegrasi, negara dapat mendorong peningkatan produksi jagung lokal, diversifikasi bahan pakan alternatif, serta pengembangan teknologi pembibitan nasional. Langkah ini tidak hanya menekan biaya produksi ayam, tetapi juga membuka lapangan kerja baru di sektor pertanian dan agroindustri, sehingga menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional.

Pada tahap budidaya, integrasi memungkinkan peningkatan produktivitas peternak rakyat. Dengan pola kemitraan yang adil dan transparan, peternak kecil dapat memperoleh akses terhadap bibit unggul, pakan berkualitas, pendampingan teknis, serta kepastian pasar. Hilirisasi yang dirancang inklusif akan mengurangi praktik tata niaga yang merugikan peternak dan memperkuat posisi mereka dalam rantai pasok. Ketika peternak rakyat berdaya, maka produksi protein nasional menjadi lebih stabil dan berkelanjutan.

Di sisi hilir, pengembangan rumah potong unggas modern dan industri pengolahan menjadi kunci peningkatan nilai tambah. Produk ayam tidak lagi terbatas pada karkas segar, tetapi berkembang menjadi produk olahan bernilai tinggi seperti ayam beku, nugget, sosis, hingga makanan siap saji. Hilirisasi ini penting untuk memperpanjang umur simpan produk, menjaga keamanan pangan, serta memenuhi standar kualitas nasional dan internasional. Dengan demikian, ayam sebagai komoditas protein tidak hanya menopang konsumsi dalam negeri, tetapi juga berpotensi menjadi komoditas ekspor yang kompetitif.

Sementara itu, Gubernur Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan pihaknya telah melakukan Groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi Tahun 2026. ​Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian untuk memastikan ketersediaan protein hewani yang berkualitas dan terjangkau. Lampung terpilih menjadi salah satu dari enam provinsi tahap pertama (Fase I) di Indonesia yang melaksanakan proyek hilirisasi terintegrasi ini.

Hilirisasi ayam terintegrasi juga berperan besar dalam pemerataan akses protein bagi masyarakat. Dengan sistem distribusi yang efisien dan terkontrol, pasokan ayam dan telur dapat menjangkau wilayah terpencil dengan harga yang lebih stabil. Hal ini berdampak langsung pada perbaikan gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, yang pada akhirnya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Swasembada protein bukan sekadar soal produksi, tetapi juga tentang keadilan akses dan keberlanjutan konsumsi.

Dari perspektif ketahanan nasional, kemandirian protein hewani memiliki dimensi strategis. Ketergantungan pada impor pangan berisiko tinggi terhadap gejolak global, konflik geopolitik, dan perubahan iklim. Hilirisasi ayam terintegrasi memperkuat daya tahan sistem pangan nasional dengan mengandalkan sumber daya domestik, teknologi lokal, dan pasar dalam negeri yang besar. Dengan demikian, Indonesia tidak mudah terguncang oleh krisis global dan mampu menjaga stabilitas sosial-ekonomi.

Keberhasilan hilirisasi ayam terintegrasi tentu membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Pemerintah berperan dalam menyiapkan regulasi yang berpihak, infrastruktur pendukung, serta insentif investasi. Dunia usaha didorong untuk mengembangkan teknologi, memperluas kapasitas produksi, dan membangun kemitraan yang berkeadilan. Sementara itu, peran riset dan inovasi menjadi krusial untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan daya saing industri perunggasan nasional.

Hilirisasi ayam terintegrasi bukan hanya agenda ekonomi, melainkan strategi besar menuju swasembada protein nasional yang berdaulat dan berkelanjutan. Dengan memaksimalkan potensi perunggasan dalam negeri, Indonesia dapat memenuhi kebutuhan gizi rakyatnya, meningkatkan kesejahteraan peternak, memperkuat industri nasional, serta menegaskan kemandirian pangan sebagai pilar penting pembangunan. Inilah jalan nyata menuju Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaulat di bidang protein hewani.

)* Pengamat Gizi Nasional

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.