Herindra Pimpin PB ESI, Pembinaan Atlet Esports Diperkuat Berkelanjutan

oleh -7 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Kepengurusan baru Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026–2030 menempatkan penguatan pembinaan atlet sebagai salah satu agenda utama. Di bawah kepemimpinan Jenderal TNI Purn. M. Herindra, pembinaan diarahkan agar berlangsung lebih terstruktur, profesional, dan berkelanjutan untuk memperkuat daya saing esports Indonesia di tingkat internasional.

Penguatan tersebut tidak hanya menyasar kemampuan teknis atlet, tetapi juga mencakup disiplin, kebugaran, kesehatan mental, perlindungan kontrak, hingga kepastian jalur karier. Langkah itu dinilai penting seiring esports berkembang menjadi olahraga prestasi sekaligus bagian dari industri digital.

banner 336x280

M. Herindra, menegaskan kepengurusan baru akan melanjutkan capaian yang telah dibangun sebelumnya sembari menyusun program pembinaan yang lebih kuat. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak talenta muda yang berpotensi membawa prestasi nasional ke level dunia.

“Tentunya nanti kita akan menyusun program, dan saya yakin dengan bantuan semua pihak, kita sangat optimistis bahwa Indonesia ke depan akan banyak berprestasi,” ujar M. Herindra di Jakarta, Selasa (15/9).

Komitmen tersebut sejalan dengan pandangan KONI yang mendorong perbaikan tata kelola organisasi sekaligus penguatan dukungan kepada atlet. Letnan Jenderal TNI (Purn.) Marciano Norman selaku Ketua Umum KONI Pusat, menilai prestasi atlet esports Indonesia telah menunjukkan fondasi yang kuat setelah meraih berbagai gelar di tingkat ASEAN, Asia, hingga dunia.

“Saya betul-betul memberikan dukungan penuh kepada Ketua PB Esports Indonesia, Bapak Muhammad Herindra, beserta jajaran pengurus masa bakti 2026–2030, agar prestasi esports kita dari waktu ke waktu semakin baik,” tegas Marciano Norman.

Selain prestasi, pengembangan esports juga diarahkan agar memberi ruang lebih besar bagi industri dalam negeri. Game lokal, komunitas, penyelenggara kompetisi, dan talenta digital dinilai perlu tumbuh bersama sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi mampu menjadi pemain penting dalam industri esports global.

Sementara itu, Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, menekankan bahwa pembinaan atlet esports membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, latihan fisik, daya tahan, serta pembentukan mental perlu menjadi bagian dari pembinaan sejak usia dini.

“Yang saya titipkan bahwa jenjang atletnya harus pembinaan dari usia dini agar lebih baik lagi,” tambah Taufik Hidayat.

Dengan arah tersebut, PB ESI diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang memberikan kepastian bagi atlet sejak pencarian bakat hingga jenjang profesional. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi untuk memperkuat prestasi Indonesia dan menjadikan esports sebagai olahraga yang sehat, profesional, serta berkelanjutan. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.