Guru Besar FEB UKI: Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi Kunci Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

oleh -7 Dilihat
banner 468x60

Jakarta – Sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (FEB UKI), Prof. Wilson Rajagukguk, mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempertahankan stabilitas ekonomi melalui berbagai kebijakan strategis. Menurutnya, koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter merupakan fondasi penting untuk menghadapi tekanan ekonomi global.

banner 336x280

“Pemerintah sudah melaksanakan lima pilar, yaitu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan sektor eksternal, mengelola kecukupan likuiditas, pengendalian inflasi, pendalaman pasar,” ujar Wilson.

Ia menilai kelima pilar tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga stabilitas indikator makroekonomi, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor riil, meningkatkan investasi, dan menciptakan lapangan kerja.

Wilson turut menekankan pentingnya kerja sama antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. Keselarasan kedua otoritas tersebut diperlukan agar kebijakan ekonomi dapat berjalan efektif dan memberikan kepastian bagi dunia usaha maupun masyarakat.

“Yang pertama, pertama-tama dua-duanya harus kompak,” tegasnya.

Menurut Wilson, stabilitas nilai tukar rupiah juga perlu menjadi perhatian utama. Pergerakan kurs merupakan bagian dari mekanisme pasar, tetapi perubahan yang terlalu tajam berpotensi mengganggu perencanaan bisnis dan perdagangan internasional.

“Yang penting kita jaga stabil dia,” katanya mengenai nilai tukar rupiah.

Selain pengendalian inflasi dan nilai tukar, Wilson memandang besarnya pasar domestik sebagai kekuatan ekonomi Indonesia. Jumlah penduduk yang besar menciptakan permintaan konsumsi yang dapat membantu mempertahankan aktivitas ekonomi ketika tekanan eksternal meningkat.

Namun, ia mengingatkan ketahanan ekonomi jangka panjang tidak cukup hanya mengandalkan konsumsi masyarakat. Pemerintah perlu terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta membangun kepastian pendapatan masyarakat.

Dengan kombinasi stabilitas makroekonomi, koordinasi kebijakan yang solid, dan peningkatan produktivitas nasional, Indonesia diharapkan semakin mampu menghadapi gejolak global sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.

Wilson juga menilai kebijakan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Stabilitas harga, tersedianya pekerjaan, dan peningkatan penghasilan menjadi unsur penting untuk memperkuat konsumsi rumah tangga, sekaligus menciptakan fondasi pertumbuhan lebih berkualitas.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.