Papua Tengah Respons positif terus mengalir dari para tokoh adat Papua terhadap operasi keamanan yang dilakukan aparat gabungan TNI di wilayah Puncak Jaya dan Intan Jaya. Penindakan terhadap kelompok bersenjata tidak hanya dinilai efektif, tetapi juga memperlihatkan kepekaan terhadap nilai-nilai adat yang menjadi fondasi sosial masyarakat Papua.
Yonas Gobai, Tokoh Adat Suku Mee, menilai bahwa tindakan kelompok bersenjata selama ini telah merusak tatanan adat dan menimbulkan penderitaan berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Kelompok bersenjata tidak lagi berjuang demi rakyat, melainkan justru membawa derita dan melanggar nilai-nilai suci adat Papua,” tegas Yonas Gobai.
Selain itu, Yonas juga mengapresiasi tindakan aparat gabungan TNI telah berhasil tewaskan 18 orang OPM yang bukan merupakan masyarakat sipil atau non kombatan seperti yang di klaim oleh pihak OPM.
Kita patut apresiasi aparat gabungan TNI yang telah secara benar tumpas 18 anggota OPM yang selalu meresahkan masyarakat, dapat dipastikan yang tewas bukanlah masyatakat sipil seperti yang diklaim masyarakat Papua.
Sementara itu, Kondisi keamanan sudah terkendali usai aparat berhasil menindak tokoh separatis Bumi Walo Enumbi turut membuka ruang sosial yang sebelumnya tertutup akibat ketakutan. Pendekatan aparat yang tetap memperhatikan prosesi budaya dan tradisi lokal pasca-operasi menjadi fondasi kuat bagi pemulihan kepercayaan publik.
Gabriel Kaipmako, Tokoh Adat Suku Asmat, menyoroti bahaya narasi provokatif yang kerap membakar emosi masyarakat dan menjauhkan Papua dari jati dirinya yang damai.
“Papua yang damai dan kaya budaya sedang diseret dalam konflik yang bukan milik rakyat. Sudah saatnya nilai-nilai luhur kembali dijunjung,” tambah Gabriel Kaipmako.
Keberhasilan operasi juga ditopang oleh strategi cermat berbasis teknologi pemantauan dan data intelijen. Pendekatan ini tidak hanya efektif menghambat serangan, tetapi juga memastikan keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.
Letkol Inf Didik Kurniawan, Dandim 1705/Nabire, menjelaskan bahwa tujuan utama operasi adalah menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kehadiran aparat adalah untuk menciptakan ruang aman bagi masyarakat, bukan sekadar mengejar target militer,” pungkas Didik Kurniawan.
Hal senada disampaikan Letkol Inf Candra Kurniawan, Kapendam XVII/Cenderawasih, yang menekankan profesionalitas aparat dalam menjalankan tugasnya.
“Apa yang dilakukan aparat bertujuan mencegah kekerasan lebih besar dan menjaga ketertiban di Papua,” tutup Candra Kurniawan.
Apresiasi juga datang dari generasi muda Papua. Frederik Enumbi, Tokoh Pemuda Papua, mengajak anak muda untuk berperan dalam perubahan positif.
“Pemuda Papua harus menjadi pelopor damai dan pembangunan, bukan bagian dari konflik,” ujar Frederik Enumbi.
Sementara itu, Elius Wanimbo, Tokoh Adat Puncak Jaya, menegaskan bahwa stabilitas keamanan adalah prasyarat utama bagi kemajuan Papua.
“Hanya dengan stabilitas, masyarakat adat bisa hidup layak dan Papua bisa maju,” tutur Elius Wanimbo.
Dukungan moral dari tokoh-tokoh lokal ini menjadi penguat legitimasi langkah aparat, sekaligus penanda bahwa Papua sedang bergerak menuju masa depan yang damai dan bermartabat.









![Jakarta – Presiden Prabowo Subianto tetap berkomitmen untuk menjaga netralitas dalam posisinya sebagai kepala negara menjelang pelaksanaan Pilkada 2024. Presiden dinilai sangat menghormati proses demokrasi di daerah. Pemerintah terus berupaya agar Pilkada 2024 nanti dapat berjalan denan aman damai dan adil.
Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Budi Gunawan.
“Prabowo sebagai kepala pemerintahan maupun kepala negara tetap netral,” kata Budi.
Terkait kunjungan pasangan Luthfi-Yasin, Budi menyatakan hal tersebut merupakan hal yang wajar dalam konteks keprotokolan. Prabowo, selaku tuan rumah tentu menerima kunjungan Luthfi-Yasin. Menurutnya, jika calon lain berkunjung, tentu Prabowo juga akan menerimanya.
"Namanya tamu nggak mungkin (nggak) diterima ya. Mungkin calon lain kalau datang pasti beliau terima," jelasnya.
Budi juga menambahkan bahwa setiap calon wajar mencari dukungan untuk meningkatkan elektabilitas mereka.
“Ya setiap calon ini ingin mencari hal yang bisa mendongkrak elektoral. Tamu datang, mungkin beliau harus bicara seperti itu. Saya rasa yang lain boleh saja kalau minta waktu beliau," tutur Budi Gunawan.
“Pemerintah, akan terus mengingatkan penyelenggara negara supaya terus netral agar pemilu berjalan dengan lancar,” kata Budi Gunawan.
Sikap Presiden Prabowo Subianto juga dinilai oleh akademisi tidak melakukan intervensi atau cawe-cawe politik ataupun bertentangan dengan hukum.
Akademisi Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyatakan bahwa video dukungan yang disampaikan Prabowo Subianto bukan merupakan intervensi atau cawe-cawe politik dan tidak bertentangan dengan hukum.
Dirinya menilai bahwa yang disampaikan Prabowo terhadap Ahmad Lutfhi, adalah kapasitasnya sebagai Ketum Partai Gerindra
“Dukungan tersebut disampaikan Prabowo sebagai Ketum Partai Gerindra yang mengusung Ahmad Lutfhi di Pilkada 2024 Jawa Tengah,” tutur Ujang.
Senada, Kepala Kantor Komunikasi Presiden Hasan Nasbi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo tidak melakukan intervensi politik jelang Pilkada 2024.
Menurutnya, sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo menandatangani rekomendasi untuk calon-calon kepala daerah.
"Pak Prabowo adalah ketua umum partai. Sebagai ketua umum partai beliau menandatangani rekomendasi untuk calon-calon kepala daerah," kata Hasan kepada Media.
Presiden Prabowo Subianto sebagai kepala pemerintahan sangat komitmen untuk bersikap netral. Pemerintah juga terus berupaya agar pelaksanaan Pilkada nanti dapat berjalan dengan lancar aman dan adil. [-red]](https://gorontaloterkini.com/wp-content/uploads/2024/11/ketum-partai-gerindra-prabowo-subianto_169-148x111.jpeg)
