Danantara Perkuat Hilirisasi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Industri Nasional

oleh -21 Dilihat
oleh
banner 468x60

Oleh: Yoga Pranata

Langkah pemerintah melalui penguatan hilirisasi kembali menunjukkan arah kebijakan ekonomi yang menempatkan nilai tambah sebagai prioritas utama, seiring dimulainya pembangunan sejumlah proyek strategis Danantara yang diyakini akan mengubah struktur industri nasional dari berbasis komoditas mentah menjadi produk bernilai tinggi dan berdaya saing global.

banner 336x280

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Anindya Bakrie menilai peletakan batu pertama enam proyek hilirisasi tahap awal dari total 18 proyek Danantara merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia serius mengakselerasi transformasi ekonomi. Menurutnya, hilirisasi bukan sekadar jargon kebijakan, melainkan instrumen nyata untuk menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan internasional. Dengan pengolahan di dalam negeri, sumber daya alam tidak lagi dilepas dalam bentuk mentah, tetapi diubah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang memberi manfaat berlipat bagi perekonomian nasional.

Anindya Bakrie menegaskan bahwa selama ini ekspor Indonesia masih terlalu bergantung pada komoditas primer seperti crude palm oil dan batu bara. Pola ini membuat nilai ekonomi yang dinikmati di dalam negeri relatif terbatas. Melalui hilirisasi, Indonesia didorong untuk mengekspor produk turunan yang lebih kompleks, sehingga keuntungan tidak hanya dinikmati oleh pasar luar negeri, tetapi juga mengalir ke sektor industri, tenaga kerja, dan pelaku usaha nasional. Ia memandang pergeseran struktur ekspor sebagai keniscayaan agar Indonesia tidak terjebak sebagai pemasok bahan baku semata.

Lebih jauh, Anindya Bakrie menyoroti peran penguasaan teknologi sebagai fondasi keberhasilan hilirisasi. Ia mencontohkan potensi pengolahan silika menjadi wafer silikon yang dibutuhkan industri semikonduktor. Jika mampu menguasai rantai produksi tersebut, Indonesia berpeluang naik kelas dalam rantai nilai global dan tidak lagi berada di posisi bawah. Hilirisasi, menurutnya, harus berjalan seiring dengan transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar manfaatnya berkelanjutan.

Optimisme terhadap hilirisasi Danantara juga tercermin dari ragam proyek yang mulai digarap. Proyek bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan nilai investasi besar, diproyeksikan memperkuat industri logam nasional sekaligus mendukung peningkatan kapasitas produksi di Kuala Tanjung, Sumatera Utara. Di sektor energi terbarukan, proyek bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur, serta proyek biorefinery di Cilacap, Jawa Tengah, menjadi penanda keseriusan pemerintah mendorong energi berbasis sumber daya domestik. Sementara itu, pembangunan fasilitas integrated poultry di berbagai daerah dan pabrik garam dengan teknologi mechanical vapor recompression menunjukkan bahwa hilirisasi tidak hanya menyasar industri berat, tetapi juga sektor pangan strategis.

Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan turut menegaskan bahwa hilirisasi merupakan pilar penting pembangunan ekonomi ke depan. Dalam forum bisnis bersama US Chamber of Commerce di Washington, D.C., Prabowo Subianto menyampaikan komitmen Indonesia untuk memperdalam kerja sama ekonomi dengan Amerika Serikat melalui perjanjian perdagangan yang memberikan kepastian bagi investor. Ia mengajak pelaku usaha Amerika untuk menjalin kemitraan jangka panjang dan melihat Indonesia bukan sekadar sebagai pasar, tetapi sebagai basis produksi yang menjanjikan. Dalam konteks ini, Danantara diposisikan sebagai mesin utama yang akan menggerakkan proyek-proyek hilirisasi dan menjadi mitra strategis investor global.

Prabowo Subianto menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia berada pada jalur yang solid. Pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas lima persen, inflasi yang terkendali, serta disiplin fiskal yang terjaga menjadi modal penting dalam menarik investasi asing. Capaian investasi langsung asing yang tinggi mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap stabilitas politik dan arah kebijakan pemerintah. Meski demikian, ia tidak menutup mata terhadap tantangan seperti korupsi, penyelundupan, dan aktivitas ekonomi ilegal yang masih harus diberantas secara tegas demi menciptakan iklim usaha yang sehat.

Dari sektor pangan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan bahwa hilirisasi peternakan unggas yang dijalankan Danantara memiliki tujuan strategis menjaga stabilitas harga. Menurutnya, fluktuasi harga ayam dan telur kerap bersumber dari persoalan di sektor hulu, mulai dari pakan, vaksin, hingga bibit ayam. Dengan melibatkan BUMN untuk bergerak langsung di hulu, pemerintah berupaya menjamin pasokan yang berkelanjutan dan melindungi peternak kecil. Ia menilai langkah ini penting agar kepentingan produsen dan konsumen dapat dijembatani secara adil.

Dalam setahun terakhir, pemerintah juga mencatat berbagai keberhasilan yang memperkuat fondasi kebijakan hilirisasi, mulai dari pengendalian inflasi pangan, peningkatan realisasi investasi, hingga penguatan ketahanan energi dan pangan. Keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global menjadi bukti bahwa arah kebijakan yang ditempuh berada di jalur yang tepat dan memberi ruang bagi implementasi proyek-proyek strategis seperti Danantara.

Pada akhirnya, hilirisasi yang diperkuat melalui Danantara bukan hanya soal membangun pabrik atau menambah kapasitas produksi, tetapi tentang keberanian mengubah paradigma pembangunan ekonomi. Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan investor, Indonesia memiliki peluang besar untuk keluar dari jebakan ekonomi berbasis komoditas mentah dan melangkah menuju industri bernilai tambah tinggi. Tantangan tentu masih ada, namun dengan konsistensi kebijakan dan pengawasan yang kuat, hilirisasi dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi dan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

*) Analis Transformasi Ekonomi Indonesia

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.