Danantara Percepat Proyek PSEL di Sejumlah Daerah

oleh -6 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat langkah penanganan sampah nasional melalui percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah. Upaya ini dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara guna menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melalui PT Danantara Investment Management, Danantara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan proyek PSEL di enam wilayah, yakni Lampung, Serang, Medan, Semarang, Bogor-Depok, dan Kabupaten Bekasi.

banner 336x280

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menyelesaikan persoalan sampah perkotaan yang semakin mendesak.

“Baru saja telah ditandatangani MoU antara Danantara dengan pemda untuk percepatan pembangunan PSEL di enam lokasi,” ujarnya.

Menurut Zulhas, pembangunan PSEL difokuskan pada daerah dengan kondisi darurat sampah, khususnya wilayah yang memiliki timbunan lebih dari 1.000 ton per hari. Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di sekitar 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

“Ditargetkan hampir 25 lokasi dengan 62 kabupaten/kota yang di atas 1.000 ton. Nanti di bawah 1.000 kita selesaikan bergantian, tapi target yang darurat dulu,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara cepat karena dampaknya telah mengancam lingkungan dan kesehatan masyarakat. Beberapa lokasi bahkan memiliki timbunan sampah setinggi 14 hingga 15 lantai bangunan, sehingga membutuhkan solusi yang terintegrasi dan berteknologi tinggi.

Pemerintah menilai pembangunan PSEL menjadi langkah strategis untuk mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi bersih yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Yang harus dipercepat menjadi energi bersih, listrik. Tanpa bau dan tanpa racun,” tegas Zulhas.

Sementara itu, Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan proyek PSEL merupakan investasi besar yang akan memberikan dampak jangka panjang bagi lingkungan dan ketahanan energi nasional.

“Ini merupakan proyek pengolahan sampah yang secara fundraising mencapai 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp87 triliun, jadi ini bukan nilai yang kecil,” ungkap Pandu.

Ia menambahkan bahwa percepatan pembangunan PSEL membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, persoalan sampah kini telah menjadi tantangan serius di berbagai wilayah sehingga membutuhkan langkah cepat dan kolaboratif.

“Waktu kita sangat kecil, jadi semua harus bekerja sama, semua bergerak cepat,” ujarnya.

Sebagai dasar percepatan program, pemerintah telah menetapkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 yang menjadi landasan pembangunan PSEL di berbagai daerah.

Dengan hadirnya proyek PSEL, pemerintah optimistis penanganan sampah nasional dapat dilakukan lebih efektif sekaligus mendukung transisi menuju energi bersih. Program ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih sehat, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta memperkuat pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.