CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas lewat Deteksi Dini Gigi Berlubang Anak

oleh -14 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat layanan kesehatan berkualitas, khususnya melalui deteksi dini masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak. Upaya tersebut dinilai penting mengingat kasus gigi berlubang pada anak masih cukup tinggi dan dapat berdampak pada tumbuh kembang, konsentrasi belajar, hingga kualitas hidup anak di masa depan.

Menteri Kesehata,n Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan sejak dini menjadi kunci utama untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari, termasuk kesehatan gigi anak.

banner 336x280

“Melalui CKG, anak-anak bisa mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah sehingga masalah seperti gigi berlubang dapat diketahui dan ditangani lebih cepat,” ujar Budi.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan gigi sering kali dianggap sepele, padahal kondisi gigi berlubang dapat memicu infeksi, gangguan makan, hingga menurunkan rasa percaya diri anak. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong edukasi kesehatan gigi sekaligus memperluas akses pemeriksaan melalui berbagai fasilitas kesehatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Usman Sumantri menilai deteksi dini sangat penting karena sebagian besar kasus gigi berlubang pada anak baru diketahui setelah menimbulkan rasa sakit.

“Kalau diperiksa lebih awal, penanganannya bisa lebih sederhana dan anak tidak sampai mengalami nyeri berat atau infeksi,” tuturnya.

Menurut Usman, kebiasaan konsumsi makanan manis, kurangnya edukasi menyikat gigi yang benar, dan minimnya pemeriksaan rutin menjadi faktor utama tingginya kasus gigi berlubang pada anak. Ia pun mengapresiasi hadirnya program CKG yang dinilai dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan gigi sejak usia dini.

Sementara itu, Pengamat Kesehatan Masyarakat dari Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany, menilai keberhasilan program deteksi dini tidak hanya bergantung pada layanan pemeriksaan, tetapi juga dukungan keluarga dan lingkungan sekolah. Menurutnya, edukasi kesehatan gigi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar anak terbiasa menjaga kebersihan mulut sejak kecil.

“Pencegahan itu jauh lebih murah dan efektif dibandingkan pengobatan. Karena itu, pemeriksaan rutin dan edukasi harus berjalan bersamaan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa gangguan kesehatan gigi yang tidak ditangani dapat berdampak pada produktivitas belajar anak karena rasa nyeri dan ketidaknyamanan dapat mengganggu konsentrasi di sekolah. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi status kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Pemerintah sendiri terus memperluas cakupan program CKG di berbagai daerah dengan melibatkan puskesmas, sekolah, serta tenaga kesehatan untuk memastikan anak-anak mendapatkan layanan pemeriksaan yang mudah dijangkau. Program tersebut diharapkan dapat membangun budaya pemeriksaan kesehatan rutin sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.