Apresiasi Penindakan Apkam terhadap Komandan OPM di Maybrat

oleh -5 Dilihat
banner 468x60

MAYBRAT – Operasi pengamanan yang dilakukan TNI terhadap kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat. Langkah aparat tersebut diharapkan mendukung terciptanya situasi yang aman sehingga aktivitas masyarakat dan pelayanan publik dapat berlangsung tanpa gangguan.

Dalam kontak tembak di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Jumat (9/10/2026), tiga orang yang dilaporkan sebagai anggota kelompok bersenjata OPM tewas. Salah satunya adalah Manfret Fatem, yang berdasarkan keterangan TNI menjabat sebagai Komandan Operasi OPM Kodap IV/Sorong Raya.

banner 336x280

Panglima Komando Operasi TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menjelaskan bahwa kontak tembak terjadi ketika personel gabungan melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah. Berdasarkan laporan sementara, tidak ada personel TNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

“Dalam peristiwa tersebut, tiga orang dari kelompok bersenjata OPM dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Riyanto.

Dua korban lainnya disebut bernama Yesias Fatem dan Antonius Assem alias Anton Fatem. Keduanya diduga memiliki jabatan dalam struktur kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya. Aparat masih melakukan verifikasi untuk memastikan identitas dan keterkaitan masing-masing individu.

“Proses verifikasi masih terus dilakukan untuk memastikan identitas dan keterkaitan masing-masing individu,” ujar Riyanto.

Dalam operasi tersebut, aparat juga mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian, termasuk satu pucuk senjata api jenis AK-101, 30 butir munisi kaliber 5,56 milimeter, munisi kaliber 9 milimeter, dua telepon seluler, atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, serta satu dokumen OPM.

Pengamanan lokasi dan pemantauan situasi terus dilakukan untuk mengantisipasi gangguan lanjutan. Langkah tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab aparat dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus mengurangi risiko terhadap masyarakat sipil.

Riyanto menegaskan bahwa operasi pengamanan dilaksanakan secara selektif, terukur, dan profesional sesuai ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku. Selain penindakan terhadap ancaman bersenjata, TNI juga mengedepankan dialog, pembinaan teritorial, dan sinergi dengan pemerintah daerah serta tokoh masyarakat.

“Tujuan utama pelaksanaan tugas bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, melainkan memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tanpa rasa takut, serta memperoleh pelayanan dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik,” pungkas Riyanto.

Upaya menjaga keamanan perlu berjalan seiring dengan pembangunan di Papua. Situasi yang kondusif mendukung keberlangsungan pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, dan pelayanan publik. Profesionalisme aparat serta perlindungan masyarakat menjadi unsur penting dalam menjaga stabilitas dan mendukung peningkatan kesejahteraan di Maybrat. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.