25 Ribu Gedung Rampung, Koperasi Merah Putih Genjot Ekonomi Desa

oleh -8 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES), Suroto, menilai pembangunan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) menunjukkan perkembangan positif.

Program yang berlandaskan dua instruksi presiden itu terdiri dari Inpres Nomor 9 yang mengatur pembentukan badan hukum koperasi, serta Inpres Nomor 17 yang mengatur pembangunan fisiknya.

banner 336x280

“Perintah pembangunan KDMP itu ada dua Inpres. Inpres nomor 9 itu membentuk badan hukum, Inpres nomor 17 pembangunan fisiknya. Sekarang ini menurut dashboard dari Agrinas Pangan kurang lebih 25 ribu fisik gedungnya sudah selesai,” kata Suroto.

Ia menilai, target pemerintah untuk mendirikan 30 ribu hingga 40 ribu koperasi hingga akhir tahun berpotensi tercapai melihat perkembangan pembangunan yang ada saat ini.

Pencapaian tersebut, menurutnya, akan berdampak signifikan bagi pengembangan ekonomi masyarakat desa, khususnya sebagai jalur distribusi barang-barang bersubsidi hingga ke pelosok wilayah.

Suroto menghitung, jika 40 ribu koperasi dapat direalisasikan hingga akhir tahun, dengan rata-rata rekrutmen enam hingga tujuh orang per outlet, maka koperasi tersebut berpotensi menyerap ratusan ribu tenaga kerja baru di tingkat desa dan kelurahan.

“Enam orang saja kalau dikalikan 40 ribu, itu kan ada 240 ribu tenaga kerja yang akan terserap di koperasi desa dan kelurahan Merah Putih,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Agrinas Pangan Nusantara selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang membangun fisik KDMP telah mendirikan kantor pusat untuk mendukung fungsi distribusi tersebut.

Kantor tersebut menjalankan dua fungsi utama, yakni distribusi barang-barang subsidi agar masyarakat memperoleh harga lebih baik dan tidak lagi membeli barang di atas harga eceran tertinggi (HET), serta fungsi off-taker bagi produk petani, nelayan, pembudi daya, dan perajin desa agar hasil produksinya dapat dijual dengan harga yang layak.

Menurut Suroto, pergeseran fungsi distribusi dari perusahaan yang selama ini berorientasi profit ke koperasi akan membuat masyarakat mendapatkan harga belanja yang lebih murah untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Di sisi lain, KDMP juga membuka peluang direct market melalui jaringan koperasi di seluruh Indonesia, sehingga masyarakat produsen seperti petani, nelayan, pembudi daya, dan perajin desa dapat menjual hasil produknya dengan harga jual yang lebih layak, tanpa harus melalui rantai distribusi yang panjang.

“KDMP bisa mengorganisir jaringan seluruh Indonesia untuk direct market. Ini yang disebut dengan fungsi fair price dari Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih,” pungkas Suroto.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.