Program MBG Selama Ramadan Disesuaikan, Standar Gizi Seimbang Tetap Dijaga

oleh -2 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Pemerintah memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama Ramadan 1447 Hijriah dengan sejumlah penyesuaian teknis tanpa mengurangi standar gizi seimbang bagi para penerima manfaat. Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga pemenuhan nutrisi masyarakat, khususnya peserta didik serta kelompok rentan, di tengah perubahan pola konsumsi selama bulan puasa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa pedoman teknis pelaksanaan MBG selama Ramadan telah disusun dengan memperhatikan keamanan pangan dan kualitas nutrisi. “Menu yang disiapkan harus tetap memenuhi standar gizi seimbang dan menghindari penggunaan produk ultra-processed food,” ujar Dadan. Ia menjelaskan, pada sekolah dengan mayoritas siswa berpuasa, makanan disalurkan dalam bentuk kemasan kering agar dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.

banner 336x280

Sementara itu, di pesantren atau sekolah berasrama, pembagian makanan dilakukan mendekati waktu berbuka puasa agar kualitas dan kesegaran makanan tetap terjaga. Pemerintah memastikan bahwa wilayah atau kelompok penerima yang tidak menjalankan ibadah puasa tetap menerima distribusi makanan seperti biasa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa program MBG tidak dihentikan selama Ramadan. “Pemerintah tetap menjamin hak anak-anak dan kelompok rentan untuk memperoleh asupan gizi yang layak. Penyesuaian ini hanya bersifat teknis agar pelaksanaan program tetap efektif,” katanya. Ia menambahkan, fleksibilitas distribusi menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan kebijakan dengan kondisi masyarakat tanpa mengurangi nilai gizi makanan.

Selain penyesuaian distribusi, pemerintah juga memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna menjaga kelancaran program. Pengawasan rantai pasok bahan pangan serta operasi pasar dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan baku MBG selama Ramadan. Pemerintah menilai langkah tersebut penting agar kualitas nutrisi tetap terjaga meski terjadi peningkatan permintaan bahan pokok.

Pemerintah juga melakukan masa transisi pada awal Ramadan agar seluruh unit pelaksana dapat menyesuaikan mekanisme baru di lapangan. Setelah masa penyesuaian, program kembali berjalan dengan skema distribusi yang telah diperbarui sesuai pedoman BGN.

Secara keseluruhan, penyesuaian MBG selama Ramadan mencerminkan pendekatan adaptif pemerintah dalam menjalankan kebijakan sosial. Dengan menjaga standar gizi seimbang, pengawasan distribusi, serta komunikasi publik yang terbuka, pemerintah optimistis program ini tetap berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting, sekaligus memastikan pelayanan publik tetap hadir selama bulan suci.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.