MBG Ciptakan Kebiasaan Makan Anak-Anak Jadi Lebih Sehat

oleh -1 Dilihat
oleh
banner 468x60

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun berhasil menciptakan perubahan positif signifikan dalam kebiasaan makan anak-anak Indonesia.

Hasil kajian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan bahwa setelah mengikuti program ini, banyak anak menjadi lebih rutin mengonsumsi makanan bergizi dan tidak lagi pilih-pilih dalam memilih makanan.

banner 336x280

Direktur RISED, M. Fajar Rachmadi, menyampaikan bahwa temuan dari survei mendalam itu menggambarkan keterlibatan orang tua dalam perubahan pola makan anak.

“Salah satu temuan dari pertanyaan mendalam kami kepada para orang tua siswa penerima MBG adalah, mereka tahu bahwa orang tualah yang bertanggung jawab memenuhi gizi dan kebutuhan anak mereka. Kehadiran MBG ini justru memberikan rasa tenang kepada keluarga ketika anak-anak mereka di sekolah dan survei kami menunjukkan, 55% orang tua setuju bahwa kebiasaan anaknya berubah menjadi tidak pilih-pilih makanan, setelah adanya program MBG,” ujar Fajar.

Hasil survei yang melibatkan sekitar 1.800 orang tua turut menunjukkan dukungan kuat dari keluarga prasejahtera terhadap keberlanjutan program ini, dengan 81 persen responden menyatakan setuju agar MBG terus dilaksanakan.

“Menariknya lagi, ketika anak-anaknya bisa mendapatkan makanan di sekolah, orang tua juga merasa aman,” tambah Fajar.

Dukungan terhadap MBG tidak hanya datang dari kalangan orang tua. Dokter Spesial Penyakit Dalam, dr. Andi Khomeini Takdir, Sp.PD-KPsi, menyebut MBG sebagai gagasan yang sangat baik dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.

“Jadi MBG menurut saya adalah program dengan niat yang bagus. Saya bisa memahami niat dari Presiden Prabowo dalam menginisiasi MBG ini karena saya pikir ini idenya sangat bagus,” ujar dr. Andi, menegaskan bahwa menu harian yang beragam membantu anak-anak menerima variasi makanan yang lebih sehat.

Secara langsung, MBG juga berdampak pada semangat belajar siswa di sekolah. Evaluasi dari Laboratorium Sosiologi Universitas Indonesia (LabSosio UI) mencatat bahwa 66,4 persen murid merasa lebih bersemangat mengikuti pelajaran setelah menerima makanan bergizi dari program ini, menunjukkan keterkaitan antara asupan gizi dengan energi dan konsentrasi belajar.

Manfaat program ini kian dirasakan oleh sekolah-sekolah di berbagai daerah.

“Anak-anak lebih aktif bertanya dan lebih ceria sepanjang hari,” ucap Kepala SD Negeri 24 Rufei di Kota Sorong, Sientje Martentji Ajomi.

Dengan berbagai dampak positif tersebut, MBG kini dinilai bukan sekadar program pemberian makanan, tetapi sebuah upaya strategis membentuk kebiasaan makan sehat yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup generasi masa depan Indonesia.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.